Memimpikan My.id Berubah menjadi Media Sosial Karya Anak Bangsa

Saya membayangkan My.id karya PANDI ini tidak hanya menyediakan mesin untuk membuat blog semata, melainkan lebih dari sekadar blog, yaitu media sosial anak bangsa.

Itulah yang saya sampaikan di forum diskusi terbatas PANDI di mana saya diundang selaku salah satu peserta. Pertemuan berlangsung di Hotel Grand Cemara Jakarta, 28 Desember 2017.

Mengapa saya tertarik dengan media sosial? Sebab platform inilah yang sampai sekarang boleh dibilang “ga ada matinye”. Sedangkan blog dengan blogger sebagai pelakunya, cenderung sudah memasuki “senjakala”, suatu istilah yang saya tentang 7-8 tahun lalu. Tetapi sekarang saya menyadari bahwa blog memang sudah memasuki senjakala.

Untuk itulah saya menyarankan dalam forum terbatas ini agar PANDI sebagai pengelola domain .id di negeri ini dan mengembangkan My.id agar tidak membatasi diri pada blog semata, melainkan mengarah ke tampilkan dan engine media sosial. Blog hanya salah satu fitur yang tersedia di media sosial tersebut.

Jika masa lalu dengan maraknya blog semua orang bisa jadi jurnalis, “we are all journalist”, sekarang dengan gawai di tangan semua orang mengatakan “we are all media”. Mengapa? Sebab dengan media di tangan, setiap pengguna bisa membuat konten sendiri, minimal membuat status. Di sini setiap konten bisa dipertanggungjawabkan pembuatnya.

Apa kelebihannya jika My.id berubah menjadi media sosial? Sebab keunggulan ada pada identitas yang nyata berdasarkan kartu keluarga dan KTP yang sudah terdaftar di Dukcapil. Dengan kelebihan ini, tidak mungkin member My.id anonymous. Inilah salah satu kekuatan My.id yang data-datanya bukan “fake” tapi benar-benar asli sesuai KTP atau KK.

Menjadikan platform blogging sebagai media sosial membawa konsekuensi mesin sekaligus tampilan, sebab di media sosial orang tidak hanya menulis atau blogging semata, tetapi bisa mengunggah foto, video, audio, atau gabungan semua kekuatan itu.

Semoga usulan saya yang memimpikan Indonesia memiliki media sosial karya anak bangsa sendiri dapat dipasilitasi oleh PANDI.

***

Selamat Datang Domain Kebanggaan Anak Negeri, “My.ID”

Kalau tidak Mas Sigit Widodo dan Mbak Diva dari PANDI tidak bersilaturahmi ke Kantor Selasar, tempat saya mengembangkan platform digital berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan, saya tidak akan pernah tahu adanya domain baru kebanggaan anak negeri bernama “my.id”.

Selama ini saya hanya mengenal domain “id” itu sendiri seperti PepNews.id dan juga kawanan “go.id”, “ac.id”, “or.id”, “co.id”, dan lain-lainnya. Nah, yang ini berdomain “my.id”. Saya buru-buru memesan domain gratisan ini dengan nama saya, yaitu pepih.my.id yang kalau dibaca “Pepih My Identity”. Keren kan!?

Mengapa saya buru-buru menggunakan nama saya (Pepih) untuk domain “my.id” ini? Lebih karena kekhawatiran saja nama itu diambil orang lain berdasarkan pengalaman masa lalu, yaitu pernah memiliki domain pepih.com, tetapi karena saya lalai tidak memperpanjang sewa domain, maka domain pepih.com diambil orang lain.

Tegas saya katakan di sini, domain pepih.com yang saat ini online, itu bukan punya saya. Punya saya selain PepNews.id yang saya sebut tadi, antara lain Selasar.com (join bersama teman-teman), Nyunda.id (sebagai kebanggaan orang Sunda, dan Pressisi.com yang masih “under construction” jauh sebelum saya bergabung dan mendirikan Selasar sebagai platform kebanggaan.

Nah, dengan adanya Pepih.My.ID sebagai “identitas”, saya akan menulis hal apapun yang menjadi identitas saya. Pokoknya “gue banget” deh, dalam berbagai hal, tidak terbatas pada apa yang saya kuasai dan saya sukai.

Dengan adanya domain baru “my.id” ini membuktikan, blog belumlah memasuki masa senja kalanya. Ia masih eksis.

Saya pernah mengatakan, blog itu cuma media saja, sedangkan kata dan kegiatan “blogging” itu sendiri tidak akan pernah mati selagi orang-orang memproduksi konten berupa tulisan (teks), gambar dan membuat video. Dan you know-lah, the content is still the king, bukan?

Tentu saja saya mengajak teman-teman semua, para jamaah blogger yang beriman dan saya cintai, pergunakanlah domain kebanggaan anak negeri “my.id” ini, munpung masih gratisan (dan akan terus digratiskan). Blog ini menggunakan mesin dan cangkangWordpress ini. Memang terbatas dalam hal kapasitas. Tetapi bisa saja ditingkatkan kalau berniat mengelola blog lebih profesional lagi.

Tunggu apa lagi? Yuk, mareeee…..

***

Pepih Nugraha,
Cofounder dan COO Selasar.